
SMANKEL News (7/4/2026): SMA Negeri Kelubagolit melaksanakan Ujian Sekolah (US) Berbasis Komputer (CBT) tahun 2026 hari pertama 7 April 2026 dengan lancar dan tertib. Pelaksanaan ujian ini menjadi salah satu wujud komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran yang lebih modern, efektif, dan transparan.
Kepala SMA Negeri Kelubagolit, Alfonsus Liguori Rianghepat, mengungkapkan bahwa dari sisi sarana dan prasarana, sekolah telah melakukan berbagai persiapan matang. Peralatan serta sistem aplikasi ujian berbasis CBT telah diuji coba sebelumnya untuk memastikan kelancaran saat pelaksanaan. Selain itu, pembagian ruangan juga telah diatur secara optimal agar seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan tertib dan nyaman.
“Sekolah juga telah melaksanakan simulasi atau latihan ujian guna membiasakan siswa dengan sistem berbasis komputer serta mengantisipasi kendala teknis yang mungkin terjadi,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan siswa, peserta didik kelas XII telah dibekali dengan materi pembelajaran yang cukup melalui kegiatan belajar mengajar, les tambahan, serta latihan soal secara intensif. Tidak hanya itu, sekolah juga memberikan pendampingan khusus dari para guru untuk memastikan kesiapan akademik siswa.
Menariknya, kesiapan siswa juga diperhatikan dari aspek psikologis dan spiritual. Menjelang ujian, sekolah menyelenggarakan pembinaan rohani bagi siswa kelas XII. Siswa yang beragama Katolik mengikuti kegiatan retret di susteran Weri Larantuka, sementara siswa Muslim mengikuti pembinaan iman di Masjid Yanuar Lewopulo Witihama. Upaya ini dilakukan agar siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan ketenangan dalam menghadapi ujian.
Sementara itu, dari sisi panitia dan pengawas, sekolah telah membentuk tim pelaksana yang bertugas memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Pengawasan juga dilakukan secara ketat guna menjunjung tinggi nilai kejujuran selama ujian berlangsung.
Secara umum, Ujian Sekolah Berbasis Android (USBA) merupakan bagian penting dalam evaluasi akhir untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa serta efektivitas proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, SMA Negeri Kelubagolit berkomitmen untuk menyelenggarakan ujian ini secara profesional, tertib, dan berintegritas.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, diharapkan pelaksanaan US tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan seluruh siswa kelas XII mampu meraih hasil yang optimal.
Dalam pesannya, Kepala Sekolah mengingatkan siswa bahwa ujian sekolah merupakan bagian penting dalam perjalanan pendidikan menuju jenjang yang lebih tinggi.
“Ujian sekolah bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang bagaimana kalian menunjukkan usaha, ketekunan, dan tanggung jawab atas proses belajar yang telah dijalani. Hadapilah ujian ini dengan percaya diri dan percayalah pada kemampuan diri sendiri,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran sebagai cerminan karakter.
“Kejujuran adalah bekal utama untuk masa depan. Tetaplah tenang, fokus, disiplin, serta jangan lupa berdoa dan menjaga kesehatan. Saya percaya kalian semua mampu memberikan yang terbaik. Selamat menempuh ujian, Tuhan memberkati usaha kalian semua,” tutupnya.
Sementara Ketua panitia Ujian Sekolah, Paulus Payong Lanan dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian sekolah di SMA Negeri Kelubagolit tahun pelajaran 2025/2026 dilakukan dengan sistem android. Sementara jumlah peserta yg mengikuti ujian sekolah kali ini sebanyak 125 orang yang terbagi dalam 7 ruang ujian. Ketika di tanya bagaimana persiapan sekolah dalam menghadapi ujian tahun ini mengatakan bahwa Sekolah telah melakukan persiapan secara maksimal, mulai dari pengecekan sarana prasarana seperti jaringan internet, perangkat komputer, dan ruang ujian, hingga pendampingan teknis kepada proktor dan pengawas. “Kami juga melakukan simulasi beberapa kali agar siswa dan panitia benar-benar siap. Intinya, seluruh kebutuhan teknis sudah kami pastikan dalam kondisi optimal.” Ujarnya.
Bahwa prioritas dalam pelaksanaan ujian akhir sekolah ini adalah kelancaran dan kejujuran dalam pelaksanaan ujian. “Prioritas utama tentu adalah Kami memastikan setiap ruang ujian kondusif, perangkat berfungsi baik, serta pengawasan berjalan sesuai prosedur. Selain itu, kenyamanan dan ketenangan siswa juga menjadi perhatian, agar mereka dapat mengerjakan soal dengan fokus tanpa kendala.” Timpal ketua Panitia Ujian. (Liputan : Alfons Rianghepat)



